Jumat, 11 Mei 2012

Versi Lain Bupati Pertama Blora


VERSI LAIN BUPATI PERTAMA BLORA
Hermawan Widodo

Sebendel naskah dengan tulisan tangan berhuruf Jawa baru memberikan data tentang sejarah awal Blora. Naskah dengan judul “Lelampahipun Raden Tumenggung Wiryakusuma Bupati ing Blora Kala Jaman Mataram”  itu,ditulis oleh seorang bekas guru IBO (Instituut Boedi Oetomo) Moh. Amir. Pada suatu kesempatan Soesilo Toer, salah satu anak dari Mastoer (kepala IBO), menerima naskah tersebut yang diserahkan oleh ahli waris bapak Moh. Amir.
Oleh Soesilo Toer, naskah yang tidak lebih dari 12 halaman itu, diserahkan kepada Koesalah Soebagya Toer, kakaknya. Naskah tersebut oleh Koesalah Soebagyo Toer kemudian diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, dan dicetak secara terbatas pada tahun 1986.
Kisah yang tertulis dalam naskah tersebut menyebutkan, waktu itu Blora mendapat serangan dari musuh. Raja yang berkuasa di Mataram mengadakan sayembara, siapa saja yang mampu mengalahkan musuh yang membuat kerusakan, akan dijadikan sebagai bupati Blora.
Ki Mertagati, seorang yang kaya raya dan dermawan ikut sayembara melawan musuh yang membuat rusuh di Blora. Ki Mertagati diberi bantuan pasukan untuk melawan musuh-musuhnya.  Akhirnya terjadi pertempuran antara pasukan Mataram yang dipimpin oleh Ki Mertagati dengan para pemberontak. Prajurit Mataram mengalami kekalahan, hingga kocar-kacir, dan banyak pula yang meninggalkan Blora.
Ki Mertagati kemudian mundur, membuat pesanggrahan dan istirahat untuk menyusun kekuatan kembali. Dengan menggunakan nama raja Mataram, Ki Mertagati mengumpulkan penduduk untuk diajak membantunya memerangi pemberontak. Atas saran dari seorang sesepuh, Ki Mertagati membuat bendera dari karung. Semua  orang membawa bendera karung itu saat berangkat kembali menyerbu musuh. Para pemberontak melihat banyak orang yang membawa bendera, dikira sebagai bantuan pasukan Mataram yang baru datang. Mereka menjadi gentar, dan akhirnya dapat dikalahkan. Sesuai janji, maka oleh raja Mataram, Ki Mertagati diangkat sebagai bupati Blora dengan gelar Ki Tumenggung Wiryakusuma, dan mendapat seorang putri. Raden Tumenggung Wiryakusuma, memerintah Blora hingga akhir hayatnya. Selama kepemimpinannya, Blora dalam keadaan aman, tenang, damai dan sejahtera.
Dari Raden Tumenggung Wiryakusuma bupati Blora pertama, silsilah berlanjut hingga ke Moh. Amir selaku penulis. Runtutannya adalah : 1.Raden Tumenggung Wiryakusuma, 2.Mertanegara (patih Blora), 3.Jayadirja (demang Sirigadhing I), 4.Jayadirja (demang Sirigadhing II), 5.Mertamenggala, 6.Karyatirta, 7.Mukamad Tahir Karyameja, 8. Moh. Amir (penulis naskah).
Demikian sekilas sejarah Blora, menurut versi tulisan tangan Moh. Amir, salah satu keturunan dari bupati pertama Blora. Naskah tersebut sekarang tersimpan di perpustakaan PATABA (Pramoedya Ananta Toer Anak Semua Bangsa), Jl. Sumbawa 40 Jetis Blora Telp.0296-5100233.