Kamis, 10 Mei 2012

Soesilo Toer Dalam Gambar



Soesilo Toer di salah satu ruang perpustakaan Pataba yang menjadi markas besarnya. Selain menjadi pemulung semi profesional, tugas utamanya adalah membaca dan menulis.

Soesilo Toer sedang memberikan 'kuliah umum' kepada para mahasiswa yang datang ke Pataba. Sebagai pendidik ( pernah menjadi dosen bahkan rektor ) baginya memberi kuliah merupakan aktiftas yang lumrah


Salah satu sudut ruang perpustakaan Pataba yang menyimpan ribuan koleksi buku untuk semua anak bangsa yang mau membacanya. Membangun budaya membaca menuju budaya menulis adalah cita-cita Pataba.


Soesilo Toer selaku tuan rumah memberikan sambutan dalam setiap acara yang diselenggarakan di Pataba, Biasanya bekenaan dengan peringatan meninggalnya Pramoedya Ananta Toer, kakaknya yang meninggal pada 30 April 2006 lalu.

Poppy Dharsono saat bertandang ke perpustakaan Pataba diterima oleh penanggung jawab sekaligus pengelola Pataba, Soesilo Toer didampingi salah seorang sesepuh Blora, mBah Sulis.


Ayu Utami foto bersama Soesilo Toer dan Gatot Pranoto di Festival Salihara Jakarta. Soesilo Toer menjadi salah satu pembicara dalam festival tersebut.


Inilah ruang utama rumah pusaka keluarga Toer. Ruangan cukup luas ini difungsikan sebagai ruang tamu

Dan inilah rumah bersejarah itu. Tempat masa kecil penulis besar melewatkan sebagaian waktu hidupnya.

Di sinilah orang besar itu tetirah, melewatkan hari-hari terakhirnya di Blora. Pram lebih memilih kasur dan dipan kayu ini, dari pada empuknya kasur dan sejuknya AC kamar hotel.