Kamis, 10 Mei 2012

Pataba Press Terbikan Kumpulan Tulisan Karya Anak Semua Bangsa




PATABA TERBITKAN BUKU
KARYA ANAK SEMUA BANGSA

PATABA adalah perpustakaan nirlaba yang merupakan sumbangan tak ternilai dari Toer bersaudara. Pramoedya Ananta Toer, Koesalah Soebagya Toer dan Soesilo Toer merintis ruang baca tersebut di tempat kelahirannya, untuk semua masyarakat Blora, Indonesia dan dunia. PATABA akronim dari Pramoedya Ananta Toer Anak Semua Bangsa, memiliki tekad mengambil peran aktif dalam membangun masyarakat Indonesia. Peran aktif tersebut adalah mewujudkan cita-cita besar dan mulia : “ Masyarakat Indonesia Membangun adalah Masyarakat Indonesia Membaca menuju Masyarakat Indonesia Menulis “.
Saat ini, perpustakaan yang berada di Jl. Sumbawa 40 Jetis Blora itu, menyediakan ruang baca didukung dengan koleksi 3.000 lebih buku yang dimilikinya. Diharapkan dengan adanya perpustakaan tersebut, dapat merangsang minat baca, sehingga di masa depan akan terbentuk budaya membaca bagi masyarakat Blora khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Selain merangsang minat baca, PATABA juga berusaha merangsang minat menulis untuk mewujudkan budaya tulis di kalangan masyarakat, khususnya pelajar yang merupakan tunas bangsa terdidik di masa depan.
Doktor Soesilo Toer, selaku penanggung jawab PATABA, pada awal tahun 2011 menyelenggarakan lomba menulis bagi pelajar tingkat kabupaten Blora. Kenyataanya justru menerima 100 lebih kiriman karya tulis para pelajar dari kota Blora dan kota-kota lain dari pulau Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Seluruh pelajar tersebut mendapatkan penghargaan yang sama, atas karya tulis yang telah dikirimkannya. Dalam kaitan ini, dia mendukung pernyataan pemenang Nobel untuk ekonomi Gunnar Myrdal dari Swedia bahwa sekecil apapun tulisan pasti memiliki manfaat.
Berdasarakan keyakinan tersebut, Soesilo Toer kemudian mendokumentasikan karya tulis yang masuk sebagai Karya Anak Semua Bangsa, dalam bentuk buku. Dari banyak karya tulis tersebut, telah dipilih beberapa judul, yang nantinya akan dibukukan secara berseri. Buku seri pertama yang disunting oleh Soesilo Toer dan Hermawan Widodo telah diterbitkan oleh PATABA Press. Harapannya bahwa pelajar yang tulisannya dimuat dalam buku ini, menjadikan kebanggaan dan motivasi untuk memacu menulis lebih banyak dan lebih baik lagi
Doktor Soesilo Toer, kurang sependapat dengan Prof. Teeuw, kritikus sastra Indonesia dari Belanda yang menyatakan bahwa dalam seabad belum tentu lahir pengarang sekaliber Pramoedya Ananta Toer. Dia justru yakin di masa depan akan lahir penulis-penulis baru yang mampu menyamai bahkan melebihi penulis tersebut, tanpa harus menunggu sampai seratus tahun. Menurutnya PATABA baru sebatas mampu membuat titik awal, sedangkan garis dan bangun menuju cita-cita mewujudkan budaya baca-tulis, akan tergantung dari semua elemen masyarakat yang cinta membaca dan menulis. (Wan)