Sabtu, 12 Agustus 2017

ANAK BUNGSU



Kata Pengantar


Soesilo Toer merupakan salah satu penulis yang termasuk Angkatan 66 yang beruntung mendapatkan beasiswa kuliah di Uni Soviet (sekarang Rusia) dari Pemerintah Orde Lama di bawah pimpinan Presiden Soekarno. Soesilo Toer adalah angkatan ketiga (berangkat 1962), menyusul sang kakak, Koesalah Soebagyo Toer yang juga termasuk angkatan pertama (berangkat 1960).
Anak Bungsu merupakan salah satu buku yang ditulis Soesilo Toer ketika dia sedang kuliah di sana. Selain itu, ada juga buku Dunia Samin II yang dia selesaikan pada 26 September 1964. Bagi penerbit, ketika itulah tulisan-tulisan Soesilo Toer mencapai puncak kematangan, baik dari sisi perenungan maupun dari sisi gaya menulis. Walaupun demikian, setelah bebas dari hukuman lima setengah tahun dalam penjara Orde Baru, masih ada beberapa tulisan lain sekitar akhir tahun tujuh puluhan yang tidak kalah menarik dan bagus. Sebut saja Komponis Kecil, Dunia Samin III, Pesta Sekolah, Serigala, Indra Tualang alias Doktor Kopi, dan beberapa tulisan lain tentang dunia pendidikan, ekonomi, dan tentang Pramoedya Ananta Toer yang di kemudian hari dikumpulkan kembali dan diterbitkan dengan judul Pram dalam Kelambu (terbit Februari 2015) dan Pram dalam Bubu (terbit April 2015).
Buku yang sedang Anda pegang ini mulai dia tulis pada 22 Desember 1968 dan selesai pada 27 Februari 1973. Namun bila kita lihat naskah asli, sebenarnya buku ini bisa lebih cepat selesai, karena Bab IX mulai ditulis pada 8 Maret 1972 dan hanya beberapa halaman terakhir saja yang diselesaikan sekitar setahun kemudian. Hal itu membuktikan, selain sibuk belajar dan bekerja, Soesilo Toer masih meluangkan waktu untuk memenuhi panggilan jiwa sebagai penulis. Karena selain menulis buku, di sana Soesilo Toer juga menulis di beberapa media massa dan radio. Tidak peduli di mana pun dia berada, apa pun yang dia lakukan, dan dengan media seadanya, menulis buat dia seperti sudah menjadi kebutuhan primer seperti makan dan minum. Bila ketika sebelum berangkat ke Uni Soviet Soesilo Toer banyak menulis tentang cerita anak-anak, ketika di Uni Soviet banyak tulisan-tulisannya “naik kelas” ke segmen remaja, dewasa, dan bahkan orang tua seperti buku Anak Bungsu ini.
Selepas dari penjara Orde Baru, beberapa tulisannya tidak berubah, walaupun diselingi dengan tulisan anak-anak. Meskipun demikian, toh tetap saja tulisan-tulisan itu mencerminkan kematangan usia, selain karena juga dia tulis ketika sedang sukses sebagai pengangguran berat. Ketika itulah, dia memiliki waktu sepenuhnya, seutuhnya, untuk mencurahkan seluruh perhatian dan pemikiran ke dalam tulisan-tulisannya. Mungkin hal itu mirip dengan apa yang terjadi pada Pramoedya Ananta Toer. Bedanya, Pramoedya Ananta Toer dibuang ke Pulau Buru.
Kalau kita perhatikan, selama ini jarang sekali Soesilo Toer menulis buku atau cerita bertema cinta. Karena itu, ketika naskah buku ini ditemukan, segera saja penerbit mengetik ulang dengan harapan agar buku ini bisa segera naik cetak. Di buku inilah dapat kita baca kisah, suka-duka, perenungan, pemikiran, dan penghayatan dari sang penulis tentang cinta dengan diselingi ceritanya ketika bekerja di Siberia.
“Cinta itu indah, sangat indah malah, bahkan untuk hidup manusia yang singkat ini,” begitulah kira-kira salah satu perenungan Pramoedya Ananta Toer tentang cinta. Dan, memang bukankah demikian adanya cinta itu. Segala sesuatunya seperti menjadi indah bila kita sedang jatuh cinta. “Kita bisa bila bersama,” kata orang. Cinta yang katanya mampu mengalahkan segalanya, yang mampu menembus segala tapal batas kehidupan; jarak, ruang, waktu, status, suku, agama, ras, golongan, dan bahkan jenis kelamin, semua tanpa kecuali. Cinta bisa datang kepada siapa saja yang mempunyai hati dan rasa, tanpa pandang bahkan binatang sekalipun bisa memiliki cinta. Dia begitu bebas tanpa ada suatu apa pun yang membatasi. Dia menembus melewati apa pun tanpa ada yang mampu menghalangi. Dia bisa menjadi kekuatan yang begitu dahsyat, jauh lebih dahsyat dari yang pernah kita perkirakan. Dia bisa mengubah yang lemah menjadi kuat, mengubah yang tidak bisa menjadi bisa dan mengubah yang “tidak” menjadi “ya”.
Karena itu, cinta juga bisa menjadi seperti kemauan, yang sering tanpa kita sadari besar kemauan seseorang sama dengan besar dengan kemampuan seseorang. Namun cinta bukan hanya bisa membuat bahagia, melainkan juga derita. Ada kalanya dua insan yang saling mencintai harus memilih di antara pilihan yang sulit. Antara pilihan yang satu dan yang lain sama-sama berat untuk dipilih dan disingkirkan. Dalam mengambil pilihan itu, tentu saja tidak boleh hanya mementingkan ego sendiri. Cinta tidak pakai logika karena tidak masuk akal. Ada kalanya kita harus menggunakan akal pikiran dalam mengambil keputusan tentang cinta. Walaupun itu memang sangat menyakitkan kita. Tak jarang cinta tidak harus memiliki. Kalau cinta itu adalah pengorbanan, lantas kenapa harus memaksakan ego kita untuk memiliki? Itu semua tergantung pada seberapa besar kebesaran hati kita untuk merelakan cinta itu. Karena memang begitulah cinta.
“Sejak dahulu, deritanya tiada akhir.” Begitulah kata-kata yang sering kita dengar ketika diucapkan oleh Cu Pat Kai dalam film Kera Sakti. Tinggal sekarang cinta yang mana yang akan kita pilih: bahagia atau derita dan hanya pembaca yang bisa dan harus menjawab. Akhir kata, penerbit mengucapkan SEMANGAT MEMBACA dan SEMANGAT JATUH CINTA....


Blora, 15 Agustus 2015: 22.30


ANAK BUNGSU


“Cinta adalah sesuatu yang agung, dan keagungan cinta setiap orang mengartikannya sendiri-sendiri. Kalua pandangan seseorang terhadapnya lain, itu bukan berarti ia tidak benar. Cinta adalah sesuatu yang relative. Namun ia bersemayam di mana pun juga selama manusia masih hidup. Kematian adalah akhir dari manusia, akhir dari cintanya. Karena itu peliharalah ia selama masih hidup.”

Mungkin ini adalah novel terbaik karya Soesilo Toer. Ekspresif, romantis, humoris, sekaligus tragis. Berisi banyak renungan kehidupan dan tentu saja CINTA…
Pataba Press -

Penulis: SOESILO TOER
Penyunting: GUNAWAN BUDI SUSANTO
Penerbit: PATABA PRESS
Cetakan Pertama: April, 2017
Tebal Buku: x + 230 halaman, 14 x 21 cm
ISBN: 978-602-73893-8-0
Harga: Rp. 60.000,00